بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله و الشكرلله و فضل لله على نعمه
Syakhsiah di Dahulukan Pencapaian di Utamakan
Jumaat, 31 Disember 2010
Selamat Datang 2011
Bismillahirrahmanirrahim..selawat dan salam ke ats junjungan besar kekasih Allah rasul terakhir Muhammad s.a.w serta keluarganya dan sahabat-sahabat ridiyallahu'anhum ajma'in,
Dengan izin Allah maka hanya perlu beberapa jam sahaja lagi maka berakhirlah tahun 2010 yang meninggalkan banyak kenangan ke atas diriku yang baik juga yang buruk,aku mengharapkan perubahan tahun ini bermula dengan penuh kesyukuran dan penuh kebaikan dan jauh dari segala kemaksiatan,,sesungguhnya pada Awal Muharram yang lepas kita semua telah memulakan niat yang baru bagi menghadapi tahun baru hijriah dan sekarang perubahan tahun baru masihiah masih berada dalam bulan muharram yang mempunyai sejarah yang sangat besar dalam islam yang juga di kenali sebagau BULAN HARAM
Diantara peristiwa besar di bulan haram ini:
1)Peperangan Khaibar
2)Hari A'syura
berkaitan dengan hari asyura nabi s.a.w bersabda dalam sebuah hadith yang bermaksud"sekiranya aku masih hidup pada tahun hadapan,nescaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan(tasu'a) dan kesepuluh(asyura) riwayat imam muslim
dan berbagai peristiwa lain yang berlaku pada hari syura tersebut..melambangkan kehebatan dan kekuasaan Allah subhanahuwata'la
Dikesempatan akhir tahun 2010 ini mrilah kita bersama-sama menetapkan iltizam dan niat yang jelas untuk bersama memartabatkan islam unutk diri kita,keluarga,masyarakata dan negara.Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita semua untuk menghadapi dugaan dan cubaan darinya.
Waktu terus berlalu, lembaran demi lembaran telah dilalui. Coretan demi coretan telah memenuhi, kadang tak berarti, kadang tanpa makna, atau hanya sedikit makna. Semoga di tahun ini setiap lembaran memiliki makna, setiap lembaran bermanfaat. Selamat tahun baru 2011. Semoga lebih sukse
Semoga ambang menjelang 2011 tidak di penuhi dengan perlbagai kemaksiatan yang menghancurkan nilai-nilai murni serta modal insan sejagat..aminnnn
Jumaat, 24 Disember 2010
Ancaman Orang yang "permainkan solat"
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang
yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” [QS. Ibrahim
14:40]
Barang siapa melalaikan sholat, Allah SWT akan
menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika
meninggal, tiga siksaan di alam kubur, tiga siksaan saat bertemu dengan Allah
SWT.
Ketika Malaikat Jibril turun dan berjumpa dengan Rasulullah
SAW, ia berkata, “Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat,
haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang meninggalkan sholat. Ia dilaknat
di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran. Demi Allah, yang telah mengutusmu
sebagai nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat,
setiap hari mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari
langit pertama hingga ketujuh”.
Orang yang meninggalkan sholat tidak memperoleh minuman dari
telaga surga, tidak mendapat syafaatmu, dan tidak termasuk dalam umatmu. Ia
tidak berhak dijenguk ketika sakit, diantarkan jenazahnya, diberi salam, diajak
makan dan minum. Ia juga tidak berhak memperoleh rahmat Allah.Tempatnya kelak
di dasar neraka bersama orang-orang munafik, siksanya akan dilipatgandakan, dan
di hari kiamat ketika dipanggil untuk diadili akan datang dengan tangan terikat
di lehernya. Para malaikat memukulinya, pintu neraka jahanam akandibukakan
baginya, dan ia melesat bagai anak panah ke dalamnya, terjun dengan kepala
terlebih dulu, menukik ke tempat Qorun dan Haman di dasar neraka.
Ketika ia menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, makanan itu
berkata, ‘Wahai musuh Allah, semoga Allah melaknatmu, kamu memakan rezeki Allah
namun tidak menunaikan kewajiban-kewajiban dari-Nya.’ Ketahuilah, sesungguhnya
bencana yang paling dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling
nista adalah kurangnya perhatian terhadap sholat lima waktu, sholat Jumat, dan
sholat berjemaah. Padahal, semua itu ibadah-ibadah yang oleh Allah SWT
ditinggikan derajatnya, dan dihapuskan dosa-dosa maksiat bagi siapa saja yang
menjalankannya.
Orang yang meninggalkan sholat karena urusan dunia akan
celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan
panjang penyesalannya. Ia dibenci Allah, dan akan mati dalam keadaan tidak
Islam, tinggal di neraka Jahim atau kembali ke neraka Hawiyah.”
Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggalkan
sholat hingga terlewat waktunya, lalu mengadanya, ia akan disiksa di neraka
selama satu huqub (80 tahun)…. Sedangkan ukuran satu hari di akhirat adalah
1.000 tahun di dunia.” Demikian tertulis dalam kitab Majalisul Akbar.
Sementara dalam kitab Qurratul Uyun, Abu Laits Samarqandi
menulis sebuah hadis, “Barang siapa meninggalkan sholat fardu dengan sengaja
walaupun satu sholat, namanya akan tertulis di pintu neraka yang ia masuki.”
Ibnu Abbas berkata, ”Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, ‘Katakanlah, ya
Allah, janganlah salah seorang dari kami menjadi orang-orang yang sengsara.’
Kemudian Rasulullah SAW bertanya, ‘Tahukah kamu siapakah mereka itu?’ Para
sahabat menjawab, ‘Mereka adalah orang yang meninggalkan sholat. Dalam Islam
mereka tidak akan mendapat bagian apa pun’.
Disebutkan dalam hadis lain, barang siapa meninggalkan
sholat tanpa alasan yang dibenarkan syariat, pada hari kiamat Allah SWT tidak
akan memedulikannya, bahkan Allah SWT akan menyiksanya dengan azab yang pedih.
Diriwayatkan, pada suatu hari Rasulullah SAW berkata, ”Katakanlah, ya Allah,
janganlah Engkau jadikan seorang pun di antara kami celaka dan diharamkan dari
kebaikan.”“Tahukah kalian siapakah orang yang celaka, dan diharamkan dari
kebaikan?”“Siapa, ya, Rasulullah?” “Orang yang meninggalkan sholat,” jawab
Rasulullah. Dalam hadis yang berhubungan dengan peristiwa Isra Mi’raj,
Rasulullah SAW mendapati suatu kaum yang membenturkan batu ke kepala mereka.
Setiap kali kepala mereka pecah, Allah memulihkannya seperti sedia kala.
Demikianlah mereka melakukannya berulang kali. Lalu, beliau bertanya kepada
Jibril, “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?”
“Mereka adalah orang-orang yang kepalanya merasa berat untuk mengerjakan sholat,” jawab Jibril.
“Mereka adalah orang-orang yang kepalanya merasa berat untuk mengerjakan sholat,” jawab Jibril.
Diriwayatkan pula, di neraka Jahanam ada suatu lembah
bernama Wail. Andaikan semua gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya akan
meleleh karena panasnya yang dahsyat. Wail adalah tempat orang-orang yang
meremehkan dan melalaikan sholat, kecuali jika mereka bertobat. Bagi mereka
yang memelihara sholat secara baik dan benar, Allah SWT akan memuliakannya
dengan lima hal, dihindarkan dari kesempitan hidup, diselamatkan dari siksa
kubur, dikaruniai kemampuan untuk menerima kitab catatan amal dengan tangan
kanan, dapat melewati jembatan shirathal mustaqim secepat kilat, dan dimasukkan
ke dalam surga tanpa hisab.
Dan barang siapa meremehkan atau melalaikan sholat,
Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga
siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, dan tiga siksaan saat
bertemu dengan Allah SAW. Adapun enam siksaan yang ditimpakan di dunia adalah
dicabut keberkahan umurnya, dihapus tanda kesalehan dari wajahnya (pancaran
kasih sayang terhadap sesama), tidak diberi pahala oleh Allah semua amal yang
dilakukannya, doanya tidak
diangkat ke langit, tidak memperoleh bagian doa kaum salihin, dan tidak beriman ketika roh dicabut dari tubuhnya. Adapun tiga siksaan yang ditimpakan saat meninggal dunia ialah mati secara hina, mati dalam keadaan lapar, dan mati dalam keadaan haus. Andai kata diberi minum sebanyak lautan, ia tidak akan merasa puas.
diangkat ke langit, tidak memperoleh bagian doa kaum salihin, dan tidak beriman ketika roh dicabut dari tubuhnya. Adapun tiga siksaan yang ditimpakan saat meninggal dunia ialah mati secara hina, mati dalam keadaan lapar, dan mati dalam keadaan haus. Andai kata diberi minum sebanyak lautan, ia tidak akan merasa puas.
Sedangkan tiga siksaan yang didapat dalam kubur ialah, kubur
mengimpitnya hingga tulang-belulangnya berantakan, kuburnya dibakar hingga
sepanjang siang dan malam tubuhnya berkelojotan menahan panas, tubuhnya
diserahkan kepada seekor ular bernama Asy-Syujaul Aqra. Kedua mata ular itu
berupa api dan kukunya berupa besi, kukunya sepanjang satu hari perjalanan.
”Aku diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyiksamu, karena engkau mengundurkan
sholat Subuh hingga terbit matahari, mengundurkan sholat Zuhur hingga Asar,
mengundurkan sholat Asar hingga Magrib, mengundurkan sholat Magrib hingga Isya,
dan mengundurkan sholat Isya hingga Subuh,” kata ular itu.Setiap kali ular itu
memukul, tubuh mayat tersebut melesak 70 hasta, sekitar 3.000 meter, ke dalam
bumi. Ia disiksa dalam kubur hingga hari kiamat. Di hari kiamat, di wajahnya
akan tertulis kalimat berikut: Wahai orang yang mengabaikan hak-hak Allah,
wahai orang yang dikhususkan untuk menerima siksa Allah, di dunia kau telah
mengabaikan hak-hak Allah, maka hari ini berputus asalah kamu dari rahmat-Nya.
Adapun tiga siksaan yang dilakukan ketika bertemu dengan
Allah SWT adalah, pertama, ketika langit terbelah, malaikat menemuinya, membawa
rantai sepanjang 70 hasta untuk mengikat lehernya. Kemudian memasukkan rantai
itu ke dalam mulut dan mengeluarkannya dari duburnya. Kadang kala ia
mengeluarkannya dari bagian depan atau belakang tubuhnya. Malaikat itu berkata,
”Inilah balasan bagi orang yang mengabaikan kewajiban-kewajiban yang telah
ditetapkan Allah.” Ibnu Abas berkata, ”Andai kata satu mata rantai itu jatuh ke
dunia, niscaya cukup untuk membakarnya.”
Kedua, Allah tidak memandangnya. Ketiga, Allah tidak menyucikannya, dan ia memperoleh siksa yang amat pedih.
Kedua, Allah tidak memandangnya. Ketiga, Allah tidak menyucikannya, dan ia memperoleh siksa yang amat pedih.
Demikianlah ancaman bagi orang-orang yang
sengaja melalaikan sholat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya
kepada orang yang bersegera menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa
yang dilarang oleh-Nya. Amin..
Rasulullah SAW bersabda, “Sembahlah Allah seakan engkau
melihat-Nya. Apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Dia
melihatmu.”
(HR Bukhari dan Muslim)
(HR Bukhari dan Muslim)
rujukan:
1-kitab tanbihul ghafilin
2-mawaiz al badi'ah
Ahad, 7 November 2010
Amalan hari arafah kpd bukan haji-haji
;DALAM bulan Zulhijah yang mulia ini, ada satu hari yang dikatakan antara hari yang paling afdal di sisi Allah SWT, selain daripada Jumaat iaitu pada 9 Zulhijah yang lebih dikenali sebagai hari Arafah. Hari Arafah adalah bersempena amalan berwukuf di Padang Arafah, satu daripada rukun fardu bagi umat Islam yang menunaikan ibadat haji. Pada hari itu, Allah SWT akan membebaskan sesiapa yang menghadiri Padang Arafah dan memuliakan hari itu daripada api neraka. Oleh kerana itu, hari keesokannya ialah Aidiladha, hari kesyukuran dan perayaan bagi umat Islam dengan menzahirkan kegembiraan dan kesyukuran ke hadrat Allah SWT. Kelebihan Hari Arafah tidak hanya terhad kepada jemaah haji yang berada di Tanah Suci, malah kelebihan itu turut dapat dinikmati umat Islam yang tidak mengerjakan ibadat haji. Sehubungan itu, umat Islam dianjurkan berpuasa pada sembilan hari pertama dalam bulan Zulhijah, terutama pada Hari Arafah. Tidak diragui lagi bahawa puasa adalah amalan yang afdal di sisi Allah SWT berdasarkan sabda Rasulullah s.a.w, “Berpuasa pada Hari Arafah dinilai di sisi Allah sebagai penghapus dosa bagi setahun yang sebelumnya dan yang selepasnya”. (Hadis Muslim). Selain berpuasa, umat Islam digalakkan memperbanyakkan amalan salih seperti solat sunat tahajud, bersedekah, membaca al-Quran dan menyeru kepada makruf dan mencegah kemungkaran. Perlu diinsafi bahawa setiap amalan yang dilakukan pada hari-hari berkenaan akan digandakan ganjaran pahalanya oleh Allah SWT. Begitu juga amalan yang paling afdal di sisi Allah SWT seperti berjihad pada jalan Allah SWT tidak akan dapat meraih ganjaran istimewa sepuluh hari Zulhijah itu melainkan apabila seseorang Muslim itu tercedera atau mati syahid atau kudanya mati dalam medan peperangan. Ibnu Abbas pernah menceritakan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda, “Tiada suatu hari pun amalan kebaikan padanya mempunyai kelebihan melainkan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Sahabat bertanya, “Adakah itu termasuk juga berjihad pada jalan Allah?”. Jawab Baginda, “Tidak termasuk berjihad pada jalan Allah melainkan orang yang keluar dengan seluruh jiwa raganya dan tidak membawa pulang apa-apa pun”. (Hadis Bukhari) Dalam hadis lain, Rasulullah s.a.w. juga bersabda, “Tiada suatu hari pun dalam setahun yang amalan kebaikan padanya mempunyai kelebihan melainkan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Oleh itu, hendaklah kamu memperbanyakkan zikir, tahlil, takbir dan tahmid”. (Hadis Ahmad). Pada hari Arafah, setiap jemaah haji dari seluruh pelusuk dunia akan melaksanakan satu rukun haji iaitu berwukuf di Padang Arafah. Amalan wukuf adalah satu perhimpunan besar manusia padang dengan bahang terik mentari, tiada daya dan upaya melainkan mereka semuanya mengharapkan keredaan Ilahi. Perhimpunan jutaan manusia itu melambangkan perhimpunan besar yang bakal dihadapi setiap manusia untuk dihisab segala amalan diri di Padang Mahsyar kelak.
Oleh itu, setiap insan wajib muhasabah diri dan juga bertaubat terhadap segala dosa sebelum Allah pamerkan segala dosa tersebut di hadapan jutaan manusia di Padang Mahsyar itu.
10 kumpulan manusia di Padang Mahsyar
Asy-Syaikh Abdul Wahhab asy-Sya'rani dalam kitabnya Mukhtashar Tadzkiratul Qurthubi menceritakan pada suatu hari sahabat Mu'adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah s.a.w mengenai maksud firman Allah dalam surah an-Naba', ayat 18, bermaksud: "Iaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok.”
Mendengar saja soalan itu, lantas Baginda menangis dengan bercucuran air mata seraya bersabda:
“Wahai Mu'adz, sesungguhnya engkau telah bertanyakan sesuatu perkara yang amat besar! Ada 10 macam umatku nanti yang akan dihalau ke Padang Mahsyar. Mereka itu semuanya telah Allah tukarkan, tidak seperti mereka hidup di dunia."
Golongan itu seperti berikut:
• Ditukar rupa menjadi wajah kera. Mereka itu adalah manusia yang suka mengumpat.
• Ditukar rupa menjadi wajah babi. Mereka adalah kalangan mereka yang suka memakan harta anak-anak yatim.
• Dihalau dalam keadaan terbalik, kakinya di atas dan kepala di bawah. Mereka itu adalah manusia yang suka memakan riba.
• Dihalau dalam keadaan buta dan diiring. Mereka adalah daripada kalangan manusia yang curang dalam menerapkan hukum.
• Ditukar menjadi bisu dan tuli serta tidak berakal. Mereka itu adalah kalangan yang bangga dengan amalannya sendiri.
• Dihalau dalam keadaan mengunyah lidah sendiri, sedangkan lidah itu terjulur hingga paras dada dan mulutnya pula keluar nanah yang menjijikkan. Mereka adalah ahli pidato yang ucapannya berlainan dengan perbuatannya.
• Ada manusia yang dihalau dalam keadaan terpotong kedua kaki dan tangan. Mereka itu adalah daripada yang suka mengganggu tetangga.
• Diiring ke Mahsyar dalam keadaan tersalib di pokok kurma neraka. Mereka itu adalah kalangan mereka yang suka berusaha mengajak orang ramai supaya membela pemerintah yang tidak jujur kepemimpinannya.
• Dikumpulkan dalam keadaan menggunakan pakaian yang panas. Mereka
itu adalah manusia yang takbur, sombong dan bongkak.
Langgan:
Catatan (Atom)



